3 Rumah Terbakar Karena Konsleting Listrik

 

Madiun – Api menyebar dengan cepat dan kendala angin kencang sempat menyulitkan petugas. Konsleting listrik mengakibatkan tiga rumah terbakar siang pukul 13.10 Wib. Petugas Siaga Bencana BPBD Kota Madiun melaksanakan pemadaman bersama Pemadam Kebakaran Kota Madiun dan instansi terkait di Jl. Merapi Gg. Lodayan RT 18 RW 07 Rumah Bapak Suharno, Ibu Suprapti dan Mbak Kessy. Atap Rumah habis terbakar si jago merah dan hanya tersisa puing – puing temboknya saja. Sabtu 14/07/2018

( pusdalops/RM )

JULI MITIGASI ” SEGERA “

Madiun – Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Kegiatan pengurangan resiko bencana tersebut bakal dilaksanakan BPBD Kota Madiun  akhir juli 2018, edukasi kebencanaan diarahkan pada sumber daya atau potensi SAR ( Search & Rescue ) dan masyarakat Wilayah Kota Madiun. Kamis 12 Juli 2018

( pusdalops/RM )

Kebakaran Mebel

Foto – Video Pusdalpos 3/R2

Madiun –   Siang pukul 14.15 wib Posko Siaga Bencana BPBD Kota Madiun menerima laporan kejadian Kebakaran  Jl. Majapahit Kel. Ngegong Manguharjo  RT 27 / RW 08 dari  ibu Nita warga setempat. Petugas Siaga Bencana BPBD Kota Madiun segera bergerak kelokasi dan berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kota Madiun, Satpol – PP serta intansi terkait perihal peristiwa tersebut.

Pembakaran sampah diperkirakan menjadi awal mula peristiwa kebakaran, sampah yang terbakar terbawa tiupan angin kencang sehingga merambat ke tumpukkan kayu di Mebel Barokah Bu Samsul Hidayati 50 Th. Rabu 04/07/2018

( pusdalops/RM )

 


	

Pelatihan Keselamatan Kerja

foto : pusdalops 1/RM, Pelatihan PP URBAN lokasi INKA Madiun

Madiun – Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah capek.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi.

Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia, lingkungan dan psikologis. Selasa, 3 Juli 2018 petugas siaga bencana BPBD Kota Madiun berkunjung ke INKA Madiun berbagi ilmu dan memberikan wawasan bagi para pekerja PP URBAN tentang keselamatan kerja khususnya kebencanaan. Tanya jawab antara peserta dan pemateri pun saling bergantian, dengan waktu 2 ( dua ) jam materi serta praktek selesai diberikan.

( pusdalops /RM )

GANTUNG DIRI

foto : pusdalops 3/R2 ( korban sudah diturunkan )

Madiun – menjelang petang hingga malam tetangga melihat rumah korban suyadi 49 Th masih terlihat gelap tanpa lampu ” tidak biasanya korban seperti itu pak ” kata tetangga sebelah. Warga kaget ketika mengintip dari jendela, Suyadi sudah dalam posisi menggantung. Pukul 20.00 Wib Petugas yang menerima laporan segera bergerak kelokasi Jl. Maleo RT 21, RW 07 Nambangan Kidul Manguharjo melaksanakan evakuasi korban dan menyerahkan kepihak terkait untuk dilakukan pemeriksaaan. Jumat 29/06/2018 ( pusdalops 1/RM )

 

ORANG TENGGELAM

Foto : pusdalops 2/R1 ( lokasi korban diketemukan )

Madiun – Laporan orang hilang dari warga diterima Petugas Siaga Bencana BPBD Kota Madiun Pukul 11.30 Wib, tim assesment BPBD segera bergerak menuju baik kelokasi terakhir korban hilang dan rumah yang bersangkutan Jl. Gajah Mada RT 009/RW 002 memastikan hal tersebut, menurut cerita keluarga korban terakhir terlihat sedang disekitar bantaran kali madiun memancing dari kemarin sore pukul 15.00 wib sd 11.30 siang Jumat 29/06/2018 belum pulang.
Dengan belum adanya kepastian terjadinya laka air tim assesment BPBD kembali merapat keposko melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil langkah selanjutnya.

Pukul 16.00 wib, laporan dari warga kembali diterima petugas bahwa korban sudah diketemukan dalam keadaan MD, Eko 23 Th mempunyai riwayat sakit jiwa dan penyakit ayan. diperkirakan sakit korban kambuh ketika masuk air, korban diketemukan Bpk Warso dibibir sungai sebelah barat bantaran kali Madiun. ( pusdalops 1/RM )