Berita Informasi Secara Serta Merta PPID

Destana Kelurahan Patihan

Di tengah dinamika kota yang terus bergerak, ketangguhan bukan lagi sekadar slogan—ia menjadi budaya yang dibangun dari tingkat paling dasar: desa dan kelurahan. Melalui program DESTANA (Desa/Kelurahan Tangguh Bencana), BPBD Kota Madiun secara konsisten memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengenali ancaman, memetakan risiko, dan bergerak cepat saat bencana terjadi.

Program ini bukan hanya pelatihan, tetapi proses pembelajaran kolektif yang menumbuhkan kemandirian (self-reliance). Warga tidak lagi menjadi objek saat bencana datang, melainkan subjek yang paham lingkungan, siap bertindak, dan mampu mengorganisir sumber daya lokal untuk meminimalkan dampak risiko.

Pada tahun 2026, penguatan tersebut mendapat dukungan langsung dari BPBD Provinsi Jawa Timur melalui pelaksanaan DESTANA tingkat provinsi di Kota Madiun selama 7 hari, Kamis–Rabu, 7–13 Mei 2026. Kelurahan yang dipercaya menjadi lokasi kegiatan adalah Kelurahan Patihan di wilayah Kecamatan Manguharjo, dengan pusat kegiatan di Gedung Pertemuan Kelurahan Patihan.

Sebanyak 30 peserta terlibat aktif, terdiri dari 25 warga dan lembaga Kelurahan Patihan serta 5 personel BPBD Kota Madiun. Kolaborasi ini mencerminkan semangat DESTANA: pemerintah dan masyarakat belajar, merencanakan, dan berlatih bersama.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perwakilan pimpinan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Turut hadir Plt. Kalaksa BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Asmadi, serta Lurah Patihan, Anjasmoro. Materi teknis dan pendampingan diberikan oleh narasumber DESTANA provinsi, Diana Rendrarini.

Selama pelaksanaan, peserta menyusun dan mempraktikkan indikator utama DESTANA, meliputi:

Kajian Risiko Bencana berbasis wilayah
Rencana Penanggulangan Bencana tingkat kelurahan
Rencana Aksi Komunitas
SOP Peringatan Dini
SOP Evakuasi
Rencana Kontingensi
Pelatihan PPGD / DU / Rescue
Pembentukan Forum PRB Desa/Kelurahan

Semua indikator tersebut bukan hanya dokumen, tetapi panduan hidup yang disusun dari realitas lingkungan setempat—mulai dari potensi banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, hingga risiko non-alam.

DESTANA di Kota Madiun menunjukkan bahwa ketangguhan dibangun dari kesadaran, diperkuat oleh pengetahuan, dan dibuktikan melalui latihan nyata. Ketika warga mampu membaca tanda bahaya di lingkungannya sendiri, menyusun rencana bersama, dan tahu harus berbuat apa dalam hitungan menit, maka di situlah lahir desa dan kelurahan yang benar-benar tangguh bencana.
Karena pada akhirnya, ketangguhan bukan menunggu bantuan datang, tetapi kesiapan untuk bertindak sebelum dampak menjadi lebih besar.

BPBD pusdalops
Emergency Fast Respon Call Center : Jl. Soekarno Hatta No. 45, ( 0351 ) - 491991 pusdalops - PB | BPBD Kota Madiun | WA Operator 1 ; 085336862115

Tinggalkan Balasan